Di alam batin para pahlawan , pencinta dan pembelajar sejati , hidup selalu dimaknai dengan pendakian sejarah.Kita akan sampai kepuncak kalau kita selamnya mempunyai energi dan rute pendakian yang jelas.Pendakian kita akan terhenti begitu kita kehabisan nafas dan kehilangan arah.Energi dan rute , nafas dan arah , adalah kekuatan fundamental yang selamnya membuat kita harus mendaki , selamnya membuat hidup terasa bertumbuh.
Semakin tinggi gunung yang kita daki , semakin panjang nafas yang kita butuhkan . Begitu kita kehabisan oksigen kita mati. Semakin kita berada di ketinggian kita kekurangan oksigen. Itu sebabnya kita harus merawatdan mempertahankan semangat kepahlawanan kita . Karena dari sanalah kita mendapat nafas untuk terus mendaki.
Tapi kita perlu rute yang akurat dan jelas. Sebab kesdaran tentang jarak memberikan kita kesadaran lain tentang bagaimana mendistribusikan energi secara seimbang dan proporsional dalam jarak tempuh yang harus dilalui dan pada lama waktu yang tersedia.
Rute yang jelas dan akurat akan membuat kita jadi terarah. Keterarahan atau perasaan terarah , member kita kepastian dan kemantapan hati untuk melangakh. Pandangan mata kita jauh menjangkau masa depan , menembus tabir ketidaktahuan , keraguan dan ketidakpastian.Kita tahu kemana kita melangkah , berapa jauh jarak yang harus kita tempuh , berapa lama waktu yang kita perlukan. Ketika kita menengok ke belakang , atau melihat kebawah , ke kaki gunung yang telah kita lalui. Ilham dari masa lalu dan mimpi masa depan terajut indah dan cerah dalam realitas saat ini.
Rute itu membuat kiat menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran akan jarak dan waktu. Dalam kesadaran ini fokus kita tertuju pada semua upaya untuk menjadi efisien , efrektif dan maksimal. Kita menjadi peserta kehidupan yang sadar.
Kesadaran itumanifestasi pembelajaran.
Kesadaran itu melahirkan kekhusyukan.

0 komentar:
Posting Komentar